Welcome!

Selamat datang di blog ini dan selamat menikmati sajian-sajian yang apa adanya ini....

Sabtu, 23 Juni 2012

Sahabat macam apa aku ini?

Dahulu saat saya masih menginjak bangku SMA. Saya mempunyai seorang sahabat karib yang sudah saya anggap sebagai abang sekaligus sebagai adik sendiri. Teguh Budiarto, namanya seunik orangnya apalagi bobot badannya. (sebelas-duabelas dengan badan saya -_-"). Selama menginjak bangku SMA kami sama-sama mempunyai perjalanan kisah yang unik, baik itu kisah perjuangan dalam sekolah, cinta, cita-cita, hingga berat badan. Tapi saya tidak akan mengungkapkan semuanya panjang lebar disini. Mungkin lain kali.....


Setelah lulus SMA, kami pun berpisah. Teguh meneruskan kuliah FKG di Unsri sedangkan saya......
tetap di bangka mengambil jurusan mesin di POLMAN. Yahh, mulai dari sini kami sudah terlihat tidak sama lagi. Saya selalu memikirkan Teguh yang dengan masa depannya menjadi dokter gigi pastinya akan memakai jas putih dengan gagah. Bagus, kegagahan jas putihnya pasti akan menutupi bobot tubuhnya.

Yah, Hanya tinggal menunggu waktu saja dia untuk bertambah gemuk dan gemuk. Sedangkan saya......
minus 180 derajat berbeda. Dengan badan saya yang kurus dibalut dengan baju bengkel yang penuh oli, solar, grease (gemuk) beserta antek2nya. Pas banget! Menderita! membayangkan masa depan saya sendiri juga udah nggak berselera. Paling panter lulus kuliah akan kerja di bengkel lagi.

Hanya satu semangat yang masih aku punya waktu itu. Pokoknya harus sama berhasilnya dengan Teguh!
Apapun resikonya! Apapun jalannya! Dan Sesulit apapun!
PASTI dan HARUS BISA!

Sepanjang perjalanan hingga sampai sekarang ini. Saya sudah hampir menyelesaikan tugas akhir untuk wisuda, bahkan sudah punya calon pekerjaan setelah selesai kuliah nanti. (Alhamdulillah, yang penting saya nggak jadi kerja di bengkel2 yang ada di Pasar). Sehingga sudah banyak cerita yang ingin aku luapkan kepadanya.
Namun....
sebuah kabar tidak mengenakkan, datang entah dari burung siapa. Teguh pulang ke Bangka, sakit.....
Saya berfikir Teguh hanya sakit-sakit biasa. Paling2 maagh, Typus atau demam seperti biasanya. Saya masih belum sempat menjenguk karena harus menyelesaikan TA dan harus buru2 ke Belitung untuk buat pasport.
Setelah saya beberapa hari di Belitung, datang lagi kabar yang mengatakan Teguh sudah masuk rumah sakit, karena penyakit yang namanya saja sudah bikin saya sport jantung.
Setelah searching2 di internet mengenai penyakit itu dan pada akhirnya.....
Saya hanya bisa mengelus2 dada. Bernafas pun susah rasanya. Koq bisa sampai sebegitu parah sih!?
Mulai timbul rasa benci dalam hati saya. Tetapi bukan untuk teguh. Saya tidak harus memberitahukannya disini karena akan menjadi tidak etis.

Mungkin sudah hampir setengah bulan lebih sahabat karib saya sakit dan saya masih belum menjenguknya.
Sahabat macam apa saya ini?
Hhh, besok adalah perjalanan kembali saya ke Bangka. Tiket pun sudah dipesan.

Menjenguk Teguh telah menjadi prioritas utama saat menjejakkan kaki di Bangka nanti.
Astagfirullah~
Hanya baru kali ini saya pulang kekampung halaman, Namun tidak merasakan kedamaian sama sekali.