Welcome!

Selamat datang di blog ini dan selamat menikmati sajian-sajian yang apa adanya ini....

Selasa, 08 April 2014

Backpacker'an ke Pulau Beras Basah. (Bagian 2)

Flashback:
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 6 jam perjalanan darat dan 30 menit perjalanan laut akhirnya kami sampai di Pulau beras basah yang berada di kota Bontang Kalimantan Timur ini.
Rasa penat yang semakin dikipas-kipas oleh hawa sejuk pulau ini membuat saya malas untuk mendirikan tenda.
Otak ngomong, " Udah langsung tidur aja. Ngendiri'in tendanya nanti malem aja."
Pas ngeliat wajah partner yang juga udah kelelahan, hati jadi kasihan.
"Yaudah ngediri'in tenda dulu, biar dia bisa istirahat didalem tenda."
Tenda berdiri (gua kagak yakin tenda ini kuat). Mengisi perut yang keroncongan. Berburu sunset hari pertama. Memasak makan malam pertama. Tidur ditemani angin "Badai Kathrina" atau "Tiupan Jin Ifrit" (Ini lah kalu yang namanya beginner, ngendiri'in tenda aja salah tempatnya. Untung anak orang didalem tenda nggak melayang ditiup angin. Atau benjol ketimpa buah kelapa).
Beranjak pagi semua mulai tenang. Partner masih mendengkur.
Thanks untuk tenda yang sudah bertahan, walau aku nggak yakin awalnya kamu bisa. Tapi kamu BISA! kalau kamu laki-laki, kamu adalah tenda yang JANTAN.
Dan sekarang mari kita bergulir ke hari selanjutnya......
Tenda sehabis "badai", satu pancang sebelah kiri lepas, tenda miring ke kanan.

 


Minggu, 30 Maret 2014

"koq namanya pulau beras basah ya?"
"Pasirnya kayak beras yang lagi basah kali"
"Mana. Enggak tuh, tuh warnanya kuning."
"Iya sih tapi pasir nya besar-besar ya. kalo nempel di kulit mudah untuk di bersihin. Kalo pasir pantai yang ada di Belitung kecil-kecil. kalo nempel di kulit susah lepas."
"Denger-denger kata orang sih, pulau ini dinamakan beras basah. Konon dulu ada kapal saudagar yang penuh dengan beras berlayar di perairan ini. Terus ada ombak besar yang numbruk kapalnya. Terus karam dan berasnya nimbul dilaut lama-kelama'an jadi pulau ini."
"??? Itu yang dicerita'in sama bapak yang kapal kelothoknya kita sewa kemaren kan? Hehe, ada juga yang bilang ceritanya hampir persis kayak itu, tapi kapalnya nggak tenggelam tapi merapat di pulau ini. Dan muatan beras yang ada di kapal semuanya diturunkan dengan tergesa-gesa ke tepi pulau ini dan kena sama air lautnya. Makanya pulau ini dinamain beras basah."

06:00 Am. Matahari mulai terbit. Mengintip dari ujung timur. Dingin. Kamera udah saya prepare untuk mengabadikan momen ini. Tenda Miring kesamping habis diterjang angin. Partner masih tertidur. Niat hati mau ngbangunin buat nemenin ngeliat sunrise, ehh, malah ketus, malah makin melingkar, kayak kaki seribu.
"Masih ngantuk, udah sana liat aja sendiri."
Fine!

Cendilian liatin sunlais.
Runrise hari pertama


 

Pasangan yang menikmati sunrise
Dulunya ini ada batu yang bertuliskan "Beras basah". Tapi roboh karena angin

That's an offshore Rig.

 08:00 Am. Matahari sudah agak tinggi. Hangat semakin mendominasi di udara. Hawa laut yang tidak sepekat pantai Belitung (menurut saya). hawa laut disini harum malah.
"Hoi, bagun. Tidur terus. udah siang nah."
"Oh, ya~ sorry ya tadi aku masih ngantuk banget."
"iya, nggak apa-apa. Aku mau gosok gigi ini, abis itu mau jebyur ke laut."
"Ikut!!!!"
"Gosok gigi dulu tapi"
"Iya gosok gigi dulu"
Walau nggak ada peraturan, sebelum mandi air laut harus gosok gigi dulu.

Partner.

gosok gigi sambil lihat pemandangan ombak kayak gini.


 And now time for playing! My biggest target is... my skin became BLACK on this vacation!... Huahaha!...











Mengubur partner. :p





12:00 PM, Saking asyiknya bermain air, berburu bintang laut dan melepaskannya ke laut lagi, buat "istana pasir nggak jelas", Nggak terasa udah siang. Laper baru kerasa lagi.
"mau makan apa lagi ya?"
"Masak mie lagi yuk."
"-____- pokoknya kalo udah pulang kita harus makan sayur banyak-banyak ini."
"kenapa? racunnya menumpuk ya? hehe... Aku waktu SMA di Asrama dulu ada lho tmenku yang masak mie lang seduh di bungkusnya"
"What? bahaya lho ada chemicalnya. Koq gitu?"
"Males cuci piring. :p"

Partner lagi makan mie

"Pengen minum air kelapa rasanya".
"iya aku juga, rasanya koq haus ya hari ini." kataku sambil menggaruk leher.
"Banyak maen air asin sih."
"Yaudah ayuk cari air kelapa. beli satu aja. kalo dua nnti aku yang nggak abis."
Dan ternyata air kelapa disini mahal ya. 15 ribu mamen. Tapi kelapanya enak, hehee. Manis dan gurih, padahal nggak dikasih gula atau susu.



Setelah puas partner langsung masuk tenda lagi. Istirahat. Mengisi tenaga untuk lihat sunset sore nanti katanya. Aku juga istirahat mengisi tenanga setelah seharian jemur-jemuran. Bebas. Jikalau saja aku melepaskan seluruh pikiran tentang pekerja'an yang ada di balikpapan, aku nyaris seperti kembali ke masa kecil.

Kenapa saat kita dewasa kita malah sering tidak menikmati hidup. Bahkan ada yang mengatakan, sebagian orang mati pada usia 30 tahun, tetapi baru di kebumikan pada umur 70 tahun. C'mon guys... Money can buy anything, except happiness. Throw away your stress, "I wanna be that...", "I wanna be this...", Enjoy your life now...

04:00 PM, Sore datang. Partner sudah bangun dari hibernasinya dan saya juga. Bersiap siap packing untuk memindahkan tenda ke Sebelah Barat pulau. Kalau tidak matilah malam ini.




06:00 PM, Senja kembali datang.  Siap mengabadikan sunset kedua di pulau ini. walau nggak sebagus sunset di hari yang pertama sih. tapi lumayan. :D



Setelah foto sunset. Langsung ada ide gila yang muncul. Dan malah langsung di"amin"in sama partner.
"Tolong foto'in aku loncat dari dermaga donk."
"Ayok sini, aku foto'in."
Udah sore masihh aja main.
07:00 PM, Battery kamera udah low. Untung ada warga yang memakai genset, jadi bisa menumpang barangkan 2 jam untuk mengisi biar besok bisa jeprat-jepret sunrise terakhir di pulau ini.
satu hal yang disayangkan adalah. saya tidak bisa memfoto bintang. Siullllll, padahal sabuk galaxynya terang banget 2 malam itu. Okey, I will learn about that.... -___-"

Jadi di sepanjang malam kali ini kami hanya bermain tebak-tebakan kata benda. itu lho yang sempat ada di televisi, yang ada dua anak berteriak "IYA!" "BISA JADI!" "BUKAN!" hahaha....
Terus cerita tentang masa lalu, masa sekarang, dan harapan masing-masing di masa depan.

Sampai pada hampir tengah malam, partner ingin kembali masuk ke kandangnya (tenda :p).
" Besok kita udah pulang ya?"
"Iya, jam 11 saing bapak itu jemput kita"
"Cepet banget ya, Besok bangunin aku untuk liat sunrise ya."
"Iya, bobok noh biar besok pagi nggak ngantuk lagi. Terus siangnya kita bisa jalan2 keliling bontang. sebentar sebelum pulang."
"Oke boss"

Semakin malam, angin semakin kencang. lebih kencang dari malam sebelumnya. Mungkin kalau kami tidak pindah dari tempat pertama, tenda kami takkan bertahan malam ini. Tapi untunglah tenda stabil malam ini.

"Masih ada satu hari lagi untuk bersenang-senang. This is like my private island~" kekeh ku dalam hati.
Terima kasih untuk alam Mu yang luar biasa indah ini, Ya Allah.
Berikan lah petunjuk bagi generasi muda yang naif-lugu seperti kami ini untuk menjaganya.

Bersambung.......?