By : Wegi Dwi Sapto
Untuk perempuan yang dulu menyimpan hatiku
Aku kembali untuk meminta….
Hasrat yang dulu sengaja ku tanggalkan.
Di urat akar dan ceruk ngarai labuhan.
Di pepuncakan buaian orang riang bertepukan.
Lebih setahun tanpa hasrat,
selayak sewindu dalam perigi berkulat.
Jalan-jalan setapak, sepi pun nampak.
Sepi dari dara-dara belajar terbang.
Trotoar yang hanya menjurus persimpangan lenggang
Satu tapak saja, diri tak pulang dari tenang.
Tapi, bukan tenang ini yang ku harapkan….
Aku mau damainya pantai.
Aku mau ramainya pasar.
Aku mau merasakan keduanya saat dahulu ku tatap matamu yang nanar…..
Itu hal yang merindukan…
Atau lebih tepatnya merepotkan.
Namun bila aku rindukan.
Sama saja menggali dua lubang di satu kesalahan.
Aku dan ini hati ingin kembali rasakan.
Damainya pantai serta ramainya pasar.
Saat lihat senyum dari si pipi yang mekar.
Yang kataku….
Mirip senyum pasta gigi di iklan surat kabar.
Ayo… ayo… sudahlah….
Bongkahan hasratku, dimana kau selipkan?
Beritahu aku secepatnya,
Karena hati pun bukan barang simpanan.
Manggar, Friday 20-08-2010, 02:06 Pm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar